Kamis, 11 Oktober 2018

Sistem Informasi Psikologi

Hasil gambar untuk sistem informasi psikologi
Definisi Sistem


Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entititas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali dibuat. [sumber]

Secara umum, Sistem adalah suatu kumpulan objek atau unsur-unsur atau bagian-bagian yang memiliki arti berbeda-beda yang saling memiliki hubungan, saling bekerjasama dan saling mempengaruhi satu sama lain serta memiliki ketertarikan pada rencana atau plane yang sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu pada lingkungan yang kompleks. [sumber]

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berbeda dalam suatu wilayang serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. [sumber]

Menurut beberapa ahli, pengertian sistem yaitu:
  • Sistem merupakan gabungan dari beberapa elemen yang berkerjasama untuk mencapai suatu target (Davis G.B)
  • Sistem merupakan gabungan obyek yang memiliki hubungan secara fungsi dan hubungan antara setiap ciri obyek, secara keseluruhan menjadi satu kesatuan yang berfungsi (Harijono Djodjodiharjo)
  • Sistem merupakan sekumpulan unsur-unsur yang saling berkaitan yang secara bersama berpotensin untuk meraih tujuan yang sama (Lani Sidharta)
  • Sistem merupakan sekumpulan elemen yang terdiri dari prosedur atau bagian pengolahan untuk mencari tujuan bersama atau tujuan bagian dengan cara mengoprasikan barang atau data pada waktu tertentu. Agar bisa menghasilkan informasi, energi atau data yang diinginkan (Murdick R.G)
  • Sistem merupakan sebuah jaringan kerja daripada prosedur-prosedur yang saling berkaitan, berkumpul secara bersama-sama agar bisa beroprasi sebuah kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu (Jerry Futz Gerald) [sumber]

Definisi sistem pun bisa dibedakan menjadi beberapa bagian menurut pada klasifikasinya. Ada yang bersifat abstrak, fisik, alamiah, buatan, spesifik, dan non spesifik, tertutup, terbuka, sederhana, dan kompleks. Jika hasil kerja tidak melibatkan pihak luar sama sekali dan berdikari  pada usaha sendiri, maka disebut dengan close system. Sementara untuk usaha yang bergantung dengan lingkungan luar untuk mencapai tujuan tertentu, ini dinamakan dengan open system. [sumber]



Definisi Informasi


Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat di rekam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Infromasi adalah jenis acara yang dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, repenstasi, dan rangsangan mental. [sumber]

Informasi adalah sekumpulan data/fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehigga mempunyai arti penerima. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga dikatakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi. [sumber] 

Pengertian yang lebih mendalam lagi menyebutkan bahwa definisi informasi adalah hasil pengolahan data yang memiliki arti atau manfaat bagi penerimanya. Ini berarti tidak semua fakta atau berita yang kita terima merupakan informasi yang kita terima merupaka informasi bagi kita. Jika informasi atau berita tersebut tidak memiliki arti atau tidak bisa kita terima manfaatnya maka belum bisa dikatakan sebagai informasi. [sumber]

Definisi menurut para ahli

  • Menurut Raymond Mc.leod, Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
  • Menurut Tata Sutarbri, S.Kom., MM adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diintepretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. 
  • Menurut Lani Sidharta (1995:28) "Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan" [sumber]


Fungsi Informasi

  1. Sumber Pengetahuan Baru
  2. Media Hiburan
  3. Menghilangkan Ketidakpastian
  4. Mempengaruhi Massa
  5. Sosialisasi kebijakan
  6. Menyatkan pendapat [sumber]
Definisi Psikologi

Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia secara ilmiah. Para praktisi di bidang psikologi disebut sebagai psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologisyang mendasari perilaku. [sumber]

Ditinjau dari segi ilmu bahasa, perkataan psikologi ini berasal dari perkataan psyche yang diartikan jiwa dan perkataan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Karena itu, perkataan psikologi sering diartikan atau diterjemahkan sebagai ilmu pengetahuan'tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa. [sumber]

Psikologi berasal dari bahasa yunani “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi (menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa. Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita harus bias membedakan antara nyawa dengan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan bananiah organic behavior, yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Misalnya: insting, reflek, nafsu, dan sebagainya. Jika jasmani mati , maka mati pulalah nyawanya. [sumber]

Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  1. Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  2. Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
  3. Dr. Singgih Dirgagunasa Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia [sumber]

Dari sini juga diketahui bahwa manfaat dari psikologi itu snediri sangat beragam. Adapun manfaat dari psikologi ialah :
  • Memberikan pengetahuan secara untuk memahami perilaku yang terjadi pad manusia
  • Mengenali jiwa itu sendri atau kepribadian seendiri
  • Sebagai sarana penyelenggaraan pendidikan
  • Mengupayakan tidak terjadinya perilaku yang menyimpang
  • Mengurangi maslah-masalah sosial [sumber]
Definisi Sistem Informasi Psikologi

Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal. Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Contohnya adalah pengaplikasian SIP dalam kehidupan yaitu penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi) [sumber]

Pengertian dari sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bertujuan untuk memberi tahu informasi mengenai keadaan psikologis dari penggunanya. [sumber]

Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu. [sumber]

Sistem informasi psikologi adalah sebuah prosedur pelaksanaan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang digunakan untuk mengolah kumpulan data yang didalamnya meliputi bidang psikologi (perilaku manusia). [sumber]

Definisi dari sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang digunakan untuk memperoleh data yang berarti bagi si pengguna atau penerima mengenai ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia atau psikologi. [sumber]






Sabtu, 18 November 2017

Teori Pengembangan Kreativitas

Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Teori Psikoanalisis
Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma. Teori ini terdiri dari:
a.       Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi. Macam mekanisme pertahanan:
- Represi                    - regresi
- Konpensasi           - Proyeksi
- Sublimasi               - Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi         - Pemindahan
- Identifikasi            - Kompartementalisasi
- Introjeksi
b.      Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)
c.       Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

2. Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Teori Humanistik meliputi:
A.      Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah:
·         Kebutuhan fisik/biologis
·         Kebutuhan akan rasa aman
·         Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
·         Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
·         Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
·         Kebutuhan estetik
Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)
B.      Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
1.       Keterbukaan terhadap pengalaman
2.       Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
3.       Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

3. Teori Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
a)      Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
b)      Akses terhadap suatu bidang
Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati  sangat membantu pengembangan bakat.
c)       Access to a field
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.  
Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya.
Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi
Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasang cirri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
  • Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bias tenang dan rileks, tergantung situasinya.
  •  Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
  • Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
  • Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.
  •  Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu.
  •  Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
  •  Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama
  • Pribadi kreatif  menunjukkan lecenderungan androgini psikoogis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)
  •  Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian  karya mereka
  •  Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Cara Mengatasi Kendala dalam Menghadapi Proses Pengembangan Kreativitas dan Bakat

Faktor-faktor yang menghambat Kreativitas

Menurut Munandar (2009) terdapat beberapa hal yang dapat menghambat pengembangan kreativitas yaitu: 
  • Evaluasi, menekankan salah satu syarat untuk memupuk kreativitas konstruktif ialah bahwa pendidik tidak memberikan evaluasi atau paling tidak menunda pemberian evaluasi sewaktu anak sedang asyik berkreasi. 
  • Hadiah, pemberian hadiah dapat merubah motivasi intrinsik dan mematikan kreativitas. 
  • Persaingan (kompetisi), persaingan terjadi apabila siswa merasa bahwa pekerjaannya akan dinilai terhadap pekerjaan siswa lain dan bahwa yang terbaik akan menerima hadiah. Hal ini dapat mematikan kreativitas. 
  • Lingkungan yang membatasi 

Kendala lain yang juga diungkapkan oleh Munandar yaitu: 
1)  Kendala dari rumah 
Menurut Amabile (dalam Munandar, 2009) lingkungan keluarga dapat menghambat kreativitas anak dengan tidak menggunakan secara tepat empat pembunuh kreativitas yaitu evaluasi, hadiah, kompetisi dan pilihan atau lingkungan yang terbatas. 

2)  Kendala dari sekolah 
Ada beberapa hal yang dapat menghambat kreativitas antara lain: 
  • Sikap guru, tingkat motivasi instrinsik akan rendah jika guru terlalu banyak mengontrol, dan lebih tinggi jika guru member lebih banyak otonomi. 
  • Belajar dengan hafalan mekanis, hal ini dapat menghambat perkembangan kreativitas siswa karena materi pelajaran hanya cocok untuk menjawab soal pilihan ganda bikan penalaran. 
  • Kegagalan, semua siswa pernah mengalami kegagalan dalam kegagalan mereka tetapi frekuensi kegagalan dan cara bagaimana hal itu ditafsirkan mempunyai dampak nyata terhadap motivasi intrinsic dan kreativitas. 
  • Tekanan akan konformitas, anak-anak usia sekolah dapat saling menghambat kreativitas mereka dengan menekankan konformitas. 
  • Sistem sekolah, bagi anak yang memiliki minat-minat khusus dan kreativitas yang tinggi sekolah bisa sangat membosankan. 
3)  Kendala konseptual 
Adams (dalam Munandar, 2009) menggunakan istilah  conceptual blocks yaitu dinding mental yang merintangi individu dalam pengamatan suatu masalah serta pertimbangan  cara-cara pemecahannya. Kendala itu memiliki dua sifat yaitu eksternal dan internal. 

a. Kendala yang bersifat eksternal antara lain: 
1) Kendala kultural, menurut Adams (Munandar, 2009) ada beberapa contoh kendala kultural yaitu: 
·         Berkhayal atau melamun adalah membuang-buang waktu. 
·         Suka atau sikap bermain hanyalah cocok untuk anak-anak. 
·         Kita harus berpikir logis, kritis, analitis dan tidak mengandalkan pada perasaan dan firasat. 
·         Setiap masalah dapat dipecahkan dengan pemikiran ilmiah dan dengan uang yang banyak. 
·         Ketertarikan pada tradisi. 
·         Adanya atau berlakunya tabu. 


2) Kendala lingkungan dekat (fisik dan sosial), contoh kendala lingkungan dekat: 
·         Kurang adanya kerja sama dan saling percaya antara anggota keluarga atau antara teman sejawat. 
·         Majikan (orang tua)  yang otokrat dan tidak terbuka terhadap ide-ide bawahannya (anak). 
·         Ketidaknyamanan dalam keluarga atau pekerjaan. 
·         Gangguan lingkungan, keributan atau kegelisahan. 
·         Kurang adanya dukungan untuk mewujudkan gagasan-gagasan. 


b. Kendala yang bersifat internal antara lain: 
1) Kendala perceptual, kendala perceptual dapat berupa: 
·         Kesulitan untuk mengisolasi masalah. 
·         Kecenderungan untuk terlalu membatasi masalah. 
·         Ketidakmampuan untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. 
·         Melihat apa yang diharapkan akan  dilihat, pengamatan stereotip memberi label terlalu dini. 
·         Kejenuhan, sehingga tidak peka lagi dalam pengamatan. 
·         Ketidakmampuan untuk menggunakan semua masukan sensoris. 
2) Kendala emosional, kendala ini mewarnai dan membatasi bagaimana kita melihat, dan bagaimana kita berpikir tentang suatu masalah. Sebagai contoh: 
·         Tidak adanya tantangan, masalah tersebut tidak menarik perhatian kita. 
·         Semangat yang berlebih, terlalu bermotivasi untuk cepat berhasil, hanya dapat melihat satu jalan untuk diikuti. 
·         Takut membuat kesalahan, takut gagal, takut mengambil resiko. 
·         Tidak tenggang rasa terhadap ketaksaan  (ambiguity)  kebutuhan yang berlebih akan keteraturan dan keamanan. 
·         Lebih suka menilai gagasan, daripada member gagasan. 
·         Tidak dapat rileks atau berinkubasi. 
3) Kendala imajinasi, hal ini menghalangi kebebasan dalam menjajaki dan memanipulasi gagasan-gagasan. Contoh: 
·         Pengendalian yang terlalu ketat terhadap alam pra-sadar atau tidak sadar. 
·         Tidak memberi kesempatan pada daya imajinasi. 
·         Ketidakmampuan untuk membedakan realitas dari fantasi. 
4) Kendala intelektual, hal ini timbul bila informasi dihimpun atau dirumuskan secra tidak benar. Contoh: 
·         Kurang informasi atau informasi yang salah. 
·         Tidak lentur dalam menggunakan strategi pemecahan masalah. 
·         Perumusan masalah tidak tepat. 

5) Kendala dalam ungkapan, misalnya: 
·         Keterampilan bahasa yang kurang untuk mengungkapkan gagasan. 
·         Kelambatan dalam ungkapan secara tertulis. 
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kendala yang dapat menghambat kreativitas terdiri dari  kendala dari rumah, kendala dari sekolah dan kendala konseptual. 


Psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Karena itulah, bakat perlu perhatian serius dan jangan dianggap remeh. Bila bakat seorang anak diperhatikan dengan serius, akan sangat baik demi kemajuan masa depannya. Apalagi bila si anak anak sudah dibimbing pengembangan bakatnya sejak kecil. Sebagai guru yang bertanggung jawab untuk perkembangan bakat sang anak. Harus mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat anak.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bakat sang anak :


1.       Perhatian
Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus. Sistem pendidikan yang menggunakan pola penyeragaman kurang baik untuk digunakan. Cernatilah berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.

2.       Motivasi
Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar anak lebih percaya diri. Dan tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya

3.       Dukungan
Dukungan sangat penting bagi anak, selalu beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan mereka untuk tekun, ulet dan latihan terus menerus. Selain itu dukunglah anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.

4.       Pengetahuan
Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di bidang tersebut

5.       Latihan
Latihan terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang dipunya oleh anak lebih matang. Alangkah baiknya bila anak diikutsertakan dengan ekstra kurikuler atau beri kegiatan yang lebih agar anak bisa terus latihan dengan bakatnya tersebut.

6.       Penghargaan
Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.

7.       Sarana
Sediakan fasilitas atau sarana yang menunjang dengan bakat anak.

8.       Lingkungan
Lingkungan juga ikut mempengaruhi perkembangan bakat anak. Karena itu usahakan anak selalu dekat dengan lingkungan yang mendukung bakat anak

9.       Kerjasama
Kerja sama antara orang tua, guru maupun anak sangat diperlukan mengingat waktu anak di sekolah hanya sedikit dan waktu yang anak luangkan di rumah lebih banyak

10.   Teladan yang baik
Mengingat sikap anak yang selalu meniru, maka teladan yang baik sangat diperlukan. Misalnya kenalkan anak pada sosok Taufik Hidayat bila anak berbakat dalam bidang bulu tangkis, Utut Adianto bila anak berbakat dalam bidang catur dsb.

Cara Mengembangkan Bakat pada seseorang adalah sebagai berikut:

1)      Mengikuti Kegiatan
Di kampus telah banyak kegiatan-kegiatan bagi para mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa selain hanya memperoleh pengalaman dari materi di perkuliahan tetapi juga dapat memperoleh berbagai pengalaman dari kegiatan-kegiatan yang diikuti. Selain itu dengan adanya kegiatan di kampus juga dapat membantu mengembangkan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa, sehingga walaupun telah menjadi mahasiswa bakat yang dimiliki tetap terlatih dan terus berkembang. Sehingga untuk para mahasiswa yang merasa memiliki bakat atau ingin menemukan bakatnya bisa melalui kegiatan-kegiatan di kampus.

2)      Percaya Diri
Ketika seseorang memiliki bakat ia harus memiliki keberanian untuk menunjukkan dan mengembangkan bakat tersebut. Karena dengan menunjukkan bakat yang dimiliki kepada orang lain, orang lain dapat memberikan pendapat mereka tentang bakat yang kita miliki sehingga kita dapat terus memperbaiki dan meningkatkan bakat yang kita miliki.

3)      Meminta Dukungan Orang Terdekat
Dalam mengembangkan bakat kita bisa meminta dukungan orang-orang terdekat kita, seperti orang tua dan teman-teman kita. Dengan meminta dukungan dari orang-orang terdekat kita, mereka bisa memberikan semangat untuk kita agar kita lebih baik dalam mengembangkan bakat yang kita miliki.

4)      Bekerja Sama dengan Orang yang Memiliki Bakat yang Sama
Saat bertemu dengan orang yang memiliki bakat yang sama dengan kita dan kita merasa cocok dengan orang tersebut, kita dapat saling bertukar ilmu, pengalaman dan pengetahuan tentang bakat kita. Sehingga kita dapat mengembanhkan bakat yang kita miliki dengan orang yang tepat.

Cara mengembangkan minat
Minat sering dihubungkan dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar.   Pada kamus besar bahasa indonesia minat adalah kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah,  keinginan (KBBI, 2008;916). Pada blog aulia rahman, Minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan menfokuskan diri pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas ( Hilgar & Slameto ; 1988 ; 59). Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu. (Maprare dan Slameto; 1988; 62). Minat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak didik, karena itu guru berkewajiban untuk menumbuhkan minat belajar siswanya. Yang dapat dilakukan guru adalah sebagai berikut:
a.       Memahami kebutuhan anak didik dan berupaya melayani kebutuhan mereka.
b.      Jangan memaksa anak didik untuk tunduk pada kemauan guru
c.       Memberikan informasi pada anak didik mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu.
d.      Menjelaskan kegunaan materi pelajaran untuk masa yang akan datang.
e.      Menghubungkan materi pelajaran dengan peristiwa yang kontektual.


Cara Mengembangkan Bakat dan Minat

A.    Perlu Keberanian
                  Keberanian membuat kita mampu menghadapi tantangan atau hambatan, baik yang bersifat fisik dan psikis maupun kendala-kendala sosial atau yang lainnya. Keberanian akan memampukan kita melihat jalan keluar berhadapan dengan berbagai kendala yang ada, dan bukan sebaliknya, membuat kita takut dan melarikan diri secara tidak bertanggung jawab.

B.    Perlu didukung Latihan
                  Latihan adalah kunci dari keberhasilan. Latihan disini bukan saja dari segi kuantitasnya tetapi juga dari segi motivasi yang menggerakkan setiap usaha yang kelihatan secara fisik.

C.    Perlu didukung Lingkungan
                  Lingkungan disini tentu dalam arti yang sangat luas, termasuk manusia, fasilitas, biaya dan kondisi sosial lainnya., yang turut berperan dalam usaha pengembangan bakat dan minat.

D.    Perlu memahami hambatan-hambatan pengembangan bakat dan cara mengatasinya.
Disini sekali lagi kita perlu mengidentifikasi dengan baik kendala-kendala yang ada, kita kategorikan mana yang mudah diatasi dan mana yang sulit. Kemudian mulai kita memikirkan jalan keluarnya (pada blog miss lolie).
Hal-hal yang perlu dicermati dalam mengembangkan minat dan bakat Remaja antara lain:

a)    Mengikuti minat teman
Usia remaja adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap teman-teman sebayanya. Remaja yang kurang memahami siapa dirinya, memiliki kebutuhan yang besar untuk berada dan diakui dalam kelompoknya. Hal ini seringkali membuat remaja mengikuti minat temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat serta minat pribadinya. Untuk memilih bidang-bidang yang akan dikembangkannya, remaja perlu berdiskusi, mencari masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya.

b)    Penelusuran minat & bakat secara dangkal
Memperhatikan kelebihan dan minat anak membutuhkan usaha yang serius dan berkesinambungan. Penelusuran dan penjajakan yang dangkal dapat menyesatkan, misalnya,
”Saya merasa bakat saya di bidang musik karena saya suka sekali mendengar musik”.
”Saya suka traveling dan kelihatannya menyenangkan menjadi pemandu wisata, bisa jalan-jalan makanya saya akan memilih sekolah pariwisata”, Alasan-alasan untuk memilih studi lanjutan sebagaimana contoh di atas tidak cukup kuat, dan membutuhkan penelusuran yang lebih jauh, baik untuk bidang studi yang akan dipilih maupun dari kemampuan, minat serta kepribadian remaja.

Dengan mengembangkan minat dan bakat serta memberikan bimbingan karir sejak dini, remaja akan semakin menyadari mengenai apa yang ia suka dan mampu lakukan, dan akan menjadi lebih jelas pendidikan atau pekerjaan apa yang mungkin akan ditekuninya disertai dengan pemahaman tentang kekuatan dan kelemahannya, sehingga ia bisa menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan diri untuk menggapai impiannya.
Bakat dan minat hanya dapat diketahui dari diri sendiri. Faktor yang mempengaruhi bakat dapat diperoleh dari faktor keturunan, belajar dan latihan. Bakat dan minat erat kaitannya, setelah mengetahui bakat yang ada pada diri tentunya kita juga harus meminatinya dengan cara mau berusaha untuk mempelajari bakat yang ada dalam diri kita. Minat seseorang mengenai suatu bidang bisa muncul dimulai karena tahu, kenal, dan kemudian merasa tertarik untuk mengetahui seluk beluk bidang tersebut secara lebih mendalam
Sumber
Sumber

#SIP Merancang Aplikasi Psikologi

SSCT (Sack’s Sentence Completion Test) SSCT (Sack’s Sentence Completion Test) merupakan salah satu alat test kepribadian berbentuk p...